Analisis Hukum Islam Terhadap Sistem Paylater pada E-Commerce

Authors

  • Fahra Mutia Universitas Yarsi Author
  • Risma Ramadani Universitas Yarsi Author
  • Nailah Nurul Azmi Universitas Yarsi Author
  • Roni Hidayat Universitas Yarsi Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/27q3k274

Keywords:

PayLater, Hukum Islam, Riba, Fiqh Muamalah, E-Commerce, Fintech Syariah

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan (fintech) telah melahirkan fenomena PayLater sebagai instrumen kredit digital yang kini terintegrasi dalam berbagai platform e-commerce di Indonesia, seperti Shopee PayLater, Tokopedia PayLater, dan Gojek PayLater. Meskipun popularitasnya terus meningkat dengan pengguna mencapai jutaan transaksi per bulan, status hukumnya dalam perspektif Islam masih menjadi perdebatan di kalangan ulama dan akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem PayLater dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan fiqh muamalah, khususnya terkait konsep qardh, bai' bi al-taqsith, riba, dan gharar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-normatif berbasis library research, data dikumpulkan dari Al-Qur'an, Hadis, Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta literatur ilmiah relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme PayLater konvensional mengandung unsur riba nasi'ah melalui skema bunga tetap yang dibebankan kepada pengguna. Selain itu, ditemukan potensi gharar dalam transparansi biaya dan ketentuan yang tidak selalu disampaikan secara lengkap kepada konsumen. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual untuk transformasi PayLater menuju model yang sesuai syariah, antara lain melalui akad murabahah, ijarah, atau qardhul hasan. Implikasi praktis penelitian ini mencakup rekomendasi bagi regulator, lembaga keuangan syariah, dan pengembang platform digital untuk merancang produk PayLater berbasis syariah yang kompetitif namun tetap patuh terhadap prinsip Islam

References

Al-Qur'an al-Karim. (2023). Terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia. Jakarta: Kemenag RI.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). (2023). Laporan Perkembangan Industri Fintech P2P Lending Semester II 2023. Jakarta: AFPI.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Statistik Penduduk Indonesia Berdasarkan Agama. Jakarta: BPS.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2000). Fatwa No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Jakarta: MUI.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2001). Fatwa No. 19/DSN-MUI/IV/2001 tentang Qardh. Jakarta: MUI.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2017). Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah. Jakarta: MUI.

Fatimah, N., & Asnawi, H. F. (2022). Pinjaman Online dalam Perspektif Hukum Islam: Antara Kemudahan Akses dan Ancaman Riba. Jurnal Hukum Islam, 20(1), 45–68. https://doi.org/10.28918/jhi.v20i1.4312

Hariyanto, E., & Mubarok, J. (2023). Transformasi Produk Kredit Digital Menuju Model Syariah: Tantangan Regulasi dan Implementasi. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 15(2), 211–230. https://doi.org/10.15408/aiq.v15i2.25678

Hidayatullah, S., & Zulfikri, A. (2022). PayLater dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Normatif atas Praktik Kredit Digital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 8(1), 89–106. https://doi.org/10.20473/jebi.v8i1.34521

Huda, N., & Heykal, M. (2021). Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoritis dan Praktis (3rd ed.). Jakarta: Kencana.

Ibn Rushd. (1996). Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtasid (Jilid 2). Beirut: Dar Ibn Hazm.

Imam Muslim. (n.d.). Shahih Muslim (Juz 3, Hadis No. 1513). Beirut: Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2016). Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Jakarta: OJK.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2023. Jakarta: OJK.

Ramadhani, F., Kurniawan, A., & Arief, U. (2023). Ekosistem Fintech Syariah Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Kerangka Pengembangan. Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, 11(1), 1–22. https://doi.org/10.18326/jks.v11i1.19234

Wahbah al-Zuhayli. (2004). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh (Jilid 4): al-'Uqud al-Musamma. Damaskus: Dar al-Fikr.

Yusuf al-Qaradawi. (2013). Bay' al-Murabahah lil Amir bi al-Shira' (3rd ed.). Kairo: Maktabah Wahbah.

Published

2026-06-12

How to Cite

Mutia, F. ., Ramadani, R. ., Azmi, N. N. ., & Hidayat, R. . (2026). Analisis Hukum Islam Terhadap Sistem Paylater pada E-Commerce. Indonesia Economic Journal, 2(1), 1421-1431. https://doi.org/10.63822/27q3k274