Perlindungan Hukum bagi pelaku Usaha dalam perjanjian kemitraan Waralaba: Studi kasus pemutusan kontrak Mitra Indomaret di Indonesia 

Authors

  • Rexy Andalangi Maatuil Universitas Trinita Manado Author
  • Anggraeni Dalonto Universitas Trinita Manado Author
  • Fernie Debrianty Manis Universitas Trinita Manado Author
  • Sutrdya Anasthasya Tumunde Universitas Trinita Manado Author
  • Paskahlina Indriyani Asmuruf Universitas Trinita Manado Author
  • Debora Seilin Kasehung Universitas Trinita Manado Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/hha2z723

Keywords:

Franchise Partnership, Legal Protecion, Contact Termination, Franchisor, Normative Juridical Approach.

Abstract

This study examines the legal protection provided to business actors engaged in franchise partnership agreements, focusing specifically on the issue of contract termination between Indomaret and its partners. In practice, franchise relationships often place partners in a weaker position due to limited access to information, dependence on franchisors’ operational systems, and an unequal bargaining position from the outset. These conditions frequently lead to disputes, especially when franchisors terminate agreements unilaterally or without a clear legal basis. The research employs a normative juridical approach enriched with case study analysis to assess the effectiveness of the Trade Law, franchise regulations, and principles of contract law in protecting partners. Normatively, Indonesian law provides several protective instruments, such as transparency obligations, fairness in drafting contract clauses, and restrictions against arbitrary actions by franchisors. However, implementation remains suboptimal due to franchisors’ dominance in contract drafting, weak government oversight, and limited capacity of partners to assert their rights through legal mechanisms. The Indomaret case study reveals significant imbalances in the distribution of rights and obligations, particularly regarding operational standards and performance evaluations. Therefore, the study highlights the need for stronger government supervision, more transparent and balanced contract arrangements, and improved legal literacy among partners to create a more equitable and proportional franchise partnership framework.

References

Dedi Sufriadi. (2023). Workshop Kewirausahaan: Menumbuhkan Jiwa Enterpreneurship Generasi Z Di Era Kampus Merdeka. Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar Dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 21–26. https://doi.org/10.32672/ampoen.v1i2.588

Asshiddiqie, J. (2018). Eksplorasi konsep keadilan dalam kerangka hukum nasional Indonesia. Jurnal Konstitusi, 15(3), 423–440.

Cahyani, D. T., & Pratiwi, N. (2020). Penelaahan ketimpangan posisi para pihak dalam pelaksanaan perjanjian kemitraan. IUS QUIA IUSTUM, 27(1), 87–108.

Fauzan, M. (2019). Tinjauan terhadap perlindungan hukum bagi pelaku usaha yang terikat dalam perjanjian waralaba di Indonesia. RechtIdee, 14(2), 175–188.

Gultom, R. (2021). Evaluasi penggunaan kontrak baku pada praktik waralaba ritel. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(4), 812–830.

Harahap, M. Y. (2017). Hukum perjanjian dalam teori dan praktik. Sinar Grafika.

Hidayat, A. (2020). Pembahasan prinsip kebebasan berkontrak dalam perspektif hukum perdata kontemporer. Mimbar Hukum, 32(1), 59–75.

Hutabarat, S. (2022). Kajian mengenai akses keadilan bagi pelaku usaha kecil dalam perselisihan kemitraan. Jurnal HAM, 13(2), 229–245.

Indrawati, M. (2019). Analisis konsep keadilan distributif pada hubungan kemitraan usaha. Jurnal Yuridis, 6(2), 203–220.

Jannah, L. (2021). Pembahasan praktik pemutusan perjanjian dalam waralaba minimarket. Arena Hukum, 14(2), 254–272.

Kamal, M. (2020). Studi mengenai perjanjian waralaba dan perlindungan terhadap franchisee. PRIORIS, 9(1), 35–47.

Laksamana, T. (2022). Telaah legalitas pemutusan hubungan kemitraan dalam waralaba ritel. RechtsVinding, 11(1), 78–95.

Lestari, Y., & Andika, R. (2021). Pembahasan mengenai mekanisme mediasi dan arbitrase sebagai sarana penyelesaian sengketa dalam perjanjian waralaba. Jurnal Arbitrase dan Hukum Bisnis, 6(2), 115–128.

Marzuki, P. M. (2016). Penelitian hukum. Kencana.

Prasetyo, B. (2019). Kajian mengenai aspek hukum dalam relasi kemitraan waralaba serta bentuk perlindungan yang diberikan kepada mitra usaha. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 7(1), 45–60.

Putri, E. W. (2020). Analisis konstruksi perlindungan hukum, baik preventif maupun represif, bagi pelaku usaha. Perspektif Hukum, 5(2), 150–167.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2018). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Suryana, D., & Rachmawati, N. (2020). Studi mengenai penerapan perlindungan hukum bagi franchisee dalam pelaksanaan perjanjian waralaba di Indonesia. Jurnal Hukum Bisnis dan Investasi, 8(2), 101–115.

Syarifuddin, A. (2021). Kajian tentang lemahnya posisi tawar mitra usaha dalam praktik waralaba. Jurnal Hukum Lapur, 12(3), 198–213.

Wijaya, A. (2022). Analisis perlindungan hukum pada hubungan antara franchisor dan franchisee dalam sistem waralaba di Indonesia. Jurnal Hukum Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 155–170.

Published

2025-12-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

Maatuil, R. A., Anggraeni Dalonto, Fernie Debrianty Manis, Sutrdya Anasthasya Tumunde, Paskahlina Indriyani Asmuruf, & Debora Seilin Kasehung. (2025). Perlindungan Hukum bagi pelaku Usaha dalam perjanjian kemitraan Waralaba: Studi kasus pemutusan kontrak Mitra Indomaret di Indonesia . Indonesia Economic Journal, 1(2), 3012-3023. https://doi.org/10.63822/hha2z723