Penerapan Model Analisis Risiko Kredit dalam Pengambilan Keputusan Pembiayaan pada UMKM
DOI:
https://doi.org/10.63822/sr4jvg05Keywords:
MSMEs, credit risk, financing, NPL, financial bookkeepingAbstract
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in Indonesia’s economy; however, access to formal financing remains limited due to high credit risk and inadequate financial record-keeping. This study aims to analyze the application of credit risk assessment models for MSMEs and identify key factors influencing financing eligibility. Using a descriptive–qualitative approach based on secondary data from OJK, Bank Indonesia, BPS, and academic publications, this research examines MSME credit growth, non-performing loan (NPL) trends, external risk factors, and business quality indicators. The findings show that MSME credit growth slowed in 2023–2024, while the NPL ratio remained stable at 3.76%. Rising input prices and weakening consumer purchasing power emerged as the most dominant external factors increasing credit risk. Furthermore, financial bookkeeping significantly influences credit approval, as MSMEs with proper records receive higher approval rates and show lower default risk. These findings highlight the need for more adaptive credit risk models, particularly for micro enterprises, through the integration of alternative digital data.
References
Bank Indonesia. (2023). Modul Manajemen Risiko Perbankan. Departemen Pengawasan Bank.
Bank Indonesia. (2024). Statistik Perbankan Indonesia 2020–2024. Jakarta: Bank Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik UMKM Indonesia 2023–2024. Jakarta: BPS RI.
Djohanputro, B. (2021). Manajemen Risiko Korporat. Jakarta: PPM Manajemen.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hull, J. C. (2018). Risk Management and Financial Institutions (5th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
International Monetary Fund. (2024). Global Economic Outlook 2024: Inflation, Growth, and Financial Stability. Washington, DC: IMF.
Kasmir. (2014). Manajemen Perbankan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
(atau gunakan yang 2018 sesuai kutipan Anda)
Kementerian Koperasi dan UMKM. (2024). Laporan Tahunan Perkembangan UMKM Nasional 2024. Jakarta: Kemenkop UKM.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2024). Laporan Perkembangan Harga Kebutuhan Pokok Nasional. Jakarta: Kemendag RI.
Kuncoro, M. (2019). Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Nurhayati, M., & Wicaksono, A. (2022). Analisis faktor internal dan eksternal terhadap risiko kredit UMKM. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 15(2), 112–126.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Pedoman Analisis Kredit UMKM. Jakarta: OJK RI.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Laporan Perbankan Triwulan IV 2019–2024. Jakarta: OJK RI.
Rahmawati, D., & Haryono, S. (2022). Pengaruh pencatatan keuangan terhadap akses pembiayaan UMKM. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 13(1), 55–67.Sarwono, J. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Andi Offset.
Setyawan, B., & Lestari, F. (2021). Pengaruh literasi keuangan terhadap kelayakan kredit UMKM. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 23(3), 221–235.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryanto, T. (2020). Risiko kredit pada sektor UMKM dan implikasi makroekonomi. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 24(1), 45–58.
Tambunan, T. (2020). Pembangunan UMKM di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
World Bank. (2023). MSME Finance Gap Report 2023. Washington, DC: World Bank Group.
Asian Development Bank. (2023). Supporting Micro, Small, and Medium Enterprises in Asia. Manila: ADB.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rexy Andalangi Maatuil, Trifena Johanis, Kesita Makinggung, Paulina Manoppo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



