Perjalanan U-Curve Theory dalam Adaptasi Budaya Kerja: Studi Kasus Tenaga Kerja Indonesia di New Jersey, Amerika Serikat

Authors

  • Muzamzamah Mega Sinta Universitas Negeri Surabaya Author
  • Annisa Fauziyyah Salsabila Universitas Negeri Surabaya Author
  • Jevonisa Xena Loering Universitas Negeri Surabaya Author
  • Sutan Izzat Mundafi Universitas Negeri Surabaya Author
  • Muhammad Rio Dwi Alfandi Universitas Negeri Surabaya Author
  • Fresha Kharisma Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/4k1tqg59

Keywords:

U-Curve Theory, culture shock, adaptasi budaya kerja, tenaga kerja Indonesia, cross-cultural management, individualisme-kolektivisme

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses adaptasi budaya seorang tenaga kerja perempuan asal Indonesia (M.) yang bekerja di sektor manufaktur di New Jersey, Amerika Serikat. Yang membedakan kasus ini dari studi-studi serupa adalah adanya dua proses adaptasi yang terjadi secara bersamaan: adaptasi terhadap budaya negara baru sekaligus adaptasi terhadap dunia kerja untuk pertama kalinya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring pada Mei 2025. Analisis mengacu pada kerangka U-Curve Theory of Adjustment (Lysgaard, 1955; Oberg, 1960) serta dimensi budaya Hofstede, Hofstede, dan Minkov (2010), khususnya dimensi individualisme-kolektivisme. Temuan menunjukkan bahwa M. melewati seluruh tahapan kurva U—honeymoon, culture shock, adjustment, hingga adaptation—dengan variasi intensitas yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama: kepribadian yang terbuka dan luwes, keberadaan komunitas diaspora Indonesia di sekitar tempat tinggal, serta tersedianya layanan akomodasi bahasa di lingkungan setempat. Perbedaan budaya kerja yang paling terasa muncul pada sistem akuntabilitas berbasis jam kerja dan pola kerja yang sangat individual—dua hal yang secara langsung bersinggungan dengan nilai-nilai kolektivistis yang dibawa M. dari Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya diskusi lintas budaya, khususnya dalam memahami kompleksitas adaptasi tenaga kerja migran dari negara berkembang ke negara maju.

 

References

Berry, J. W. (2005). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2005.07.013

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Hofstede, G., Hofstede, G. J., & Minkov, M. (2010). Cultures and organizations: Software of the mind (3rd ed.). McGraw-Hill.

Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. SAGE Publications.

Lysgaard, S. (1955). Adjustment in a foreign society: Norwegian Fulbright grantees visiting the United States. International Social Science Bulletin, 7, 45–51.

Oberg, K. (1960). Cultural shock: Adjustment to new cultural environments. Practical Anthropology, 7(4), 177–182. https://doi.org/10.1177/009182966000700405

Ward, C., Bochner, S., & Furnham, A. (2001). The psychology of culture shock (2nd ed.). Routledge.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Published

2026-05-21

How to Cite

Sinta, M. M. ., Salsabila, A. F. ., Loering, J. X. ., Mundafi, S. I. ., Alfandi, M. R. D., & Kharisma, F. . (2026). Perjalanan U-Curve Theory dalam Adaptasi Budaya Kerja: Studi Kasus Tenaga Kerja Indonesia di New Jersey, Amerika Serikat. Indonesia Economic Journal, 2(1), 1152-1161. https://doi.org/10.63822/4k1tqg59