Peran Bahasa dalam Pengembangan dan Pelestarian Budaya pada UMKM Batik Belva: Trilingualisme Fungsional di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.63822/5xmdpe15Keywords:
Bahasa Madura, UMKM batik, pelestarian budaya, trilingualisme fungsional, komunikasi usahaAbstract
Penelitian ini mengkaji peran bahasa dalam mendukung kegiatan usaha, pengembangan usaha, dan pelestarian budaya batik pada UMKM Batik Belva di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola penggunaan bahasa dalam kegiatan usaha, menganalisis peran bahasa dalam pengembangan usaha, menjelaskan peran bahasa dalam pelestarian budaya batik, serta mendeskripsikan harapan pelaku usaha terhadap keberlangsungan bahasa Madura di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pola tesis-antitesis-sintesis serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Batik Belva menerapkan pola penggunaan bahasa yang bersifat trilingual: bahasa Madura digunakan dalam interaksi antar pengrajin sebagai penguat identitas budaya, bahasa Indonesia digunakan dalam pelayanan konsumen secara umum, dan bahasa Inggris digunakan ketika melayani wisatawan mancanegara. Pola ini disebut trilingualisme fungsional karena masing-masing bahasa memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung kelancaran komunikasi usaha sekaligus pelestarian budaya. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara harapan pelestarian bahasa Madura dan kecenderungan generasi muda yang lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya pembiasaan penggunaan bahasa Madura secara berkelanjutan di lingkungan usaha serta dukungan dokumentasi budaya, seperti rencana pendirian museum mini batik, untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus daya saing UMKM berbasis budaya lokal.
References
Alyazka, A., Rahmawan, A. I. F., Gustaman, R. I., & Jati, T. K. (2025). Peran Bahasa Indonesia dan keberagaman budaya dalam mempertahankan identitas nasional di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Transformatif, 4(2), 38–48.
Anggraini, Y., Mutia, R. D., Hadiyana, R. W., & Subali, D. (2021). Pendampingan kewirausahaan berbasis digital dan penggunaan bahasa Inggris untuk pelaku usaha pemula. Bemas: Jurnal Bermasyarakat, 2(1), 35–42. https://doi.org/10.37373/bemas.v2i1.127
Antari, L. P. (2019). Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional Indonesia. Stilistika, 8(1), 92–108.
Azahra, I. P., Wardhani, V. J., Devinta, L. C., Khaliala, N., Rohma, V. B., & Bahanan, A. A. (2024). Analisis penggunaan bahasa Indonesia dalam promosi online bagi pelaku usaha kecil dan kelas menengah. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(3). https://doi.org/10.47134/jbdi.v1i3.2670
Azizah, E. N., Erlando, E., Nadiroh, E. L., Anindya, F. D., Samudro, H. B., & Turhadi, H. Q. (2025). Batik sebagai representasi identitas nasional dalam perspektif Gen Z. JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(1), 1–10.
Bulan, D. R. (2019). Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional bangsa Indonesia. JISIPOL: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(2), 23–29.
Christiana, I., Bahagia, R., Putri, L. P., & Sitorus, R. S. (2020). Peran komunikasi bisnis dalam membantu perkembangan UMKM. Jurnal SOMASI: Sosial Humaniora Komunikasi, 1(1), 1–9.
Dewi, F., Widayati, W., & Sucipto, S. (2017). Kajian dialektologi bahasa Madura dialek Bangkalan. Fonema, 4(2), 60–77.
Effendi, M., & Hendarto, R. M. (2014). Dampak pembangunan Jembatan Suramadu terhadap perekonomian Pulau Madura (Studi kasus Kabupaten Bangkalan). Diponegoro Journal of Economics, 3(1), 185–197. https://doi.org/10.14710/djoe.5332
Effendy, M. H. (2014). Analisis kearifan lokal dalam konteks tindak tutur bahasa Madura. OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 19–44.
Faadhilah, E. J. N., Helmalia, I. M., Purba, T. D. M., Pudiasrini, W., Putri, W. Y. E., & Arum, D. P. (2024). Implementasi bahasa Indonesia dalam upaya pengembangan bisnis UMKM kuliner di Medokan Asri. JUMBIWIRA: Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.56910/jumbiwira.v3i1.1354
Farah Dzakirah, Rahma Ashari Hamzah, & Alini Shyalina. (2025). Fungsi dan ragam bahasa Indonesia. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 3(3), 92–107. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i3.1712
Farhaeni, M., & Martini, S. (2024). Bahasa dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(1), 54–60. https://doi.org/10.30742/juispol.v4i1.3786
Fawwaz, F. (2024). Strategi komunikasi pemasaran UMKM dalam membangun positioning melalui Instagram. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(1), 119–127.
Habiby, F. I. (2020). Dampak pembangunan Jembatan Suramadu terhadap pengembangan wilayah Kabupaten Bangkalan ditinjau dari teori Harrod–Domar dengan teori lokasi Weber. Jurnal Geografi: Geografi dan Pengajarannya, 18(1), 1–10.
Hakim, L. M. (2018). Batik sebagai warisan budaya bangsa dan nation brand Indonesia. Nation State: Journal of International Studies, 1(1), 1–15.
Hanafiah, R. (2019). Penguatan promosi produk UMKM melalui penggunaan bahasa yang komunikatif: Studi kasus UMKM Olly Cookies dan Rendang Yugo. Abdimas Talenta: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 258–263. https://doi.org/10.32734/abdimastalenta.v3i2.4127
Larasati, M. (2021). Pelestarian budaya batik Nusantara sebagai identitas kultural melalui pameran di Museum Batik Pekalongan pada masa Covid-19. Tornare: Journal of Sustainable Tourism Research, 3(1), 1–10.
Lubis, P. S. I., & Salsabila, R. (2024). Peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam meningkatkan pembangunan ekonomi di Indonesia. Muqaddimah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 2(2), 91–110. https://doi.org/10.59246/muqaddimah.v2i2.716
Lumban Gaol, A. L. D., Silaban, J. A., & Lumban Batu, R. (2025). Peran bahasa Indonesia dalam menjaga identitas nasional di tengah perkembangan globalisasi. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(1), 139–151. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i01.5695
Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi peran museum sebagai sumber pelestarian budaya dalam pembelajaran sejarah lokal di sekolah. Sosiologi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 197–202.
Mustaqimah, R., & Rohman, A. (2025). The socio-economic impact of the construction of the Suramadu Bridge on the people of Bangkalan, Madura (Case study: Tangkel Highway). Demagogi, 3(5), 1–10.
Nisak, M. K., Putri, R. A., Wijaya, R. P. A., Pratiwi, I. L., Ditya, T. P., & Anggraeni, N. D. (2024). Bahasa Indonesia dalam komunikasi bisnis: Studi kasus UMKM di Gunung Anyar, Surabaya. TSAQOFAH, 5(1), 347–363. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i1.4452
Noermanzah. (2019). Bahasa sebagai alat komunikasi, citra pikiran, dan kepribadian. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa (Semiba), 306–319.
Nurhayati, S., & Anggraeni, D. (2021). Bahasa sebagai media komunikasi bisnis pada UMKM di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 155–166.
Pramana, P., & Priastuty, C. W. (2023). Media sebagai wadah pelestarian budaya Jawa. Samvada: Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation, 2(2), 116–123. https://doi.org/10.53977/jsv.v2i2.1310
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 93.
Rifa'i, A. M. (2021). Peran dan fungsi bahasa dalam pemasaran produk di era globalisasi. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 15(2), 197–207. https://doi.org/10.56997/almabsut.v15i2.576
Sari, I. P. R., Insani, N. N., & Maulana, R. R. (2025). Ancaman pergeseran bahasa daerah dan dampaknya terhadap keberlanjutan warisan budaya di era global. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(5), 91–96.
Setiawan, R. (2020). Museum sebagai media pembelajaran kritis di era 4.0. Jurnal Kajian Pendidikan, 15(1), 34–41.
Shoimah, & Lailatus. (2017). Pemertahanan bahasa Madura. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran), 2(1), 1–10.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryadi, M. (2017). Peran keluarga muda Jawa terhadap penggunaan bahasa Jawa. NUSA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(2), 1–12.
Susylowati. (2024). Pilihan kode pelaku industri pariwisata dalam interaksi sosial dengan wisatawan di Kabupaten Bangkalan, Madura. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 20(1), 45–60.
Syafitri, R., & Musayyadah, M. (2024). The use of soft Madurese language (Engghi-Phunten) on children's moral values development. JOYCED: Journal of Early Childhood Education, 4(1), 55–61.
Triwardani, R., & Rochayanti, C. (2014). Implementasi kebijakan desa budaya dalam upaya pelestarian budaya lokal. Jurnal Reformasi, 4(2), 102–110.
Universitas Islam Negeri Madura. (2025). Kondisi bahasa Madura sebagai warisan budaya tak benda. https://uinmadura.ac.id/berita/2025/09/kondisi-bahasa-madura-sebagai-warisan-budaya-tak-benda
Wahyuningrum, S. R. (Ed.). (2024). Bahasa Madura dalam pandangan kelas menengah. Pamekasan: UIN Madura Press.
Widianto, E. (2018). Pemertahanan bahasa daerah melalui pembelajaran dan kegiatan di sekolah. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 1(2), 1–13.
Yaqin, M. A. (2019). Bahasa sebagai cermin sosial masyarakat. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 16(1), 17–27.
Yunidar, M. (2025). Bahasa, budaya, dan masyarakat: Perspektif sosiolinguistik kontemporer. Kaizen Media Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cindy Anatasya Arifin, Najmi Fakhril Fajri, Kamalatul Asna, Bima Kurniawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



