Perkembangan Refleksi Kristologi pada Zaman Modern
DOI:
https://doi.org/10.63822/a8dd2v83Keywords:
Kristologi; teologi modern; Yesus sejarah; teologi kontekstual; teologi feminisAbstract
Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan refleksi Kristologi pada zaman modern, meliputi latar belakang, tokoh-tokoh, analisis kritis, serta relevansinya bagi generasi masa kini. Kristologi sebagai cabang teologi yang membahas pribadi dan karya Yesus Kristus mengalami perubahan signifikan dari pendekatan dogmatis klasik menuju pendekatan yang lebih kontekstual, historis, eksistensial, dan lintas budaya. Munculnya Kristologi modern dipengaruhi oleh Pencerahan, metode historis-kritis, filsafat modern, serta perubahan sosial-politik seperti kolonialisme dan ketidakadilan sosial. Tokoh-tokoh penting seperti Rudolf Bultmann, Karl Barth, Elizabeth A. Johnson, Volker Küster, dan Abraham van de Beek menawarkan beragam perspektif, mulai dari demitologisasi dan interpretasi eksistensial hingga teologi feminis dan lintas budaya. Analisis kritis menunjukkan bahwa Kristologi modern memiliki kelebihan dalam relevansi kontekstual namun juga menghadapi tantangan dalam menjaga objektivitas iman dan keilahian Kristus. Meskipun demikian, Kristologi modern sangat relevan bagi generasi masa kini dalam menghadapi penderitaan, krisis identitas, dan ketidakadilan sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa Kristologi harus terus berkembang secara seimbang antara relevansi kontekstual dan kesetiaan terhadap tradisi apostolik.
References
Beek, A. van de. (2003). Kristus Pusat Kehidupan Kita. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Berkhof, L. (2011). Teologi Sistematika Volume 3: Doktrin Kristus. Surabaya: Momentum.
Groenen, C. (1987). Sejarah Dogma Kristologi: Perkembangan Pemikiran tentang Yesus Kristus pada Umat Kristen. Yogyakarta: Kanisius.
Johnson, E. A. (2003). Kristologi di Mata Kaum Feminis. Yogyakarta: Kanisius.
Küster, V. (2017). Wajah-wajah Yesus Kristus. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Situmorang, J. (2013). Kristologi. Yogyakarta: ANDI.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Lature, D., & Lasa, M. (2022). Konsili Chalcedon dan Relevansinya bagi Kristologi Kontemporer. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 1(1), 1-12.
Nababan, W. (2023). Kristologi Kontekstual di Asia Tenggara. Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 4(1), 33-48.
Putra, A., & Kristianto, B. (2020). Kristologi dan Tantangan Modernitas. Jurnal Teologi Kontekstual, 5(2), 67-82.
Sihombing, F. (2021). Perkembangan Kristologi dari Masa ke Masa. Jurnal Teologi, 10(2), 45-60.
Tari, E. (2021). Menghadirkan Kristus dalam Budaya Toraja. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 2(1), 15-29.
Wahyuni, S. (2022). Metode Historis-Kritis dalam Studi Kristologi. Jurnal Studi Agama, 8(1), 23-38.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chelsi Mellyanti, Ernawati Ernawati , Rafiela Loli, Sarmauli Sarmauli (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



