Migrasi dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan
DOI:
https://doi.org/10.63822/r8yw2y04Keywords:
Migrasi, sejarah, kebudayaanAbstract
Migrasi merupakan salah satu fenomena penting dalam sejarah manusia karena mobilitas penduduk berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat, ekonomi, identitas, dan kebudayaan. Artikel ini bertujuan mengkaji migrasi dalam perspektif sejarah dan kebudayaan, terutama dengan menelusuri perkembangan migrasi di Kepulauan Indonesia serta menganalisis implikasinya terhadap interaksi dan perubahan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai migrasi, sejarah, etnisitas, interaksi budaya, diaspora, dan transmigrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa migrasi di Kepulauan Indonesia bukan sekadar fenomena demografis, melainkan proses sejarah yang secara berkelanjutan membentuk keragaman budaya. Migrasi berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari perpindahan penduduk pada masa prasejarah, mobilitas perdagangan dan pelayaran, migrasi etnis, mobilitas tenaga kerja pada masa kolonial, migrasi paksa, hingga transmigrasi yang diselenggarakan pemerintah setelah kemerdekaan. Berbagai perpindahan tersebut menghasilkan proses adaptasi budaya, akulturasi, pertukaran budaya, dan pembentukan identitas baru.
Downloads
References
Fong, Eric, and Kumiko Shibuya. “Migration Patterns in East and Southeast Asia: Causes and Consequences.” Annual Review of Sociology 46 (2020): 511–531. https://doi.org/10.1146/annurev-soc-121919-054644.
Heriyanti, Lesti, Ekawati Sri Wahyuni, Saharuddin, and Aida Vitayala S. Hubeis. “Sejarah Migrasi dan Eksistensi Migran Etnis Bugis di Perantauan.” Jurnal Masyarakat dan Budaya 22, no. 3 (2021). https://doi.org/10.14203/jmb.v22i3.787.
Hugo, Graeme. “Forced Migration in Indonesia: Historical Perspectives.” Asian and Pacific Migration Journal 15, no. 1 (2006). https://doi.org/10.1177/011719680601500104.
Koh, Keng We. “Familiar Strangers and Stranger-Kings: Mobility, Diasporas, and the Foreign in the Eighteenth-Century Malay World.” Journal of Southeast Asian Studies 48, no. 3 (2017). https://doi.org/10.1017/S0022463417000568.
Noerwidi, Sofwan. “Migrasi Austronesia dan Implikasinya terhadap Perkembangan Budaya di Kepulauan Indonesia.” AMERTA (2023).
Pardede, Elda Luciana, and Viktor Andreas Venhorst. “Does Ethnicity Affect Ever Migrating and the Number of Migrations? The Case of Indonesia.” European Journal of Population 40 (2024). https://doi.org/10.1007/s10680-023-09694-z.
Ullah, AKM Ahsan. “The Culture of Migration in Southeast Asia: Acculturation, Enculturation and Deculturation.” Journal for Cultural Research 26, no. 2 (2022): 184–199. https://doi.org/10.1080/14797585.2022.2097881.
Wang, Yao. “Cultural Distance and Internal Migration: Evidence from Indonesia.” Economic Development and Cultural Change 74, no. 2 (2026): 565–606. https://doi.org/10.1086/736707.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arum Monalisa, Krisna Tri Salsabilla, Rabel Fransisco, Reva Nabella, Mustakim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
