Tradisi Bagandang Nyiru dalam Masyarakat Banjar: Makna dan Nilai Pendidikan Islam

Authors

  • Aprina Noor Latifah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Author
  • Zulfa Jamalie Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/q5nvbc82

Keywords:

Bagandang Nyiru; Masyarakat Banjar; Nilai Pendidikan Islam; Tradisi.

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang sarat akan nilai kearifan lokal, salah satunya adalah tradisi Bagandang Nyiru pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Seiring derasnya arus globalisasi, tradisi ini mulai jarang dipraktikkan dan dipahami oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, filosofi, identitas, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Bagandang Nyiru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagandang Nyiru merupakan praktik memukul nyiru secara beramai-ramai untuk mencari orang yang diyakini disembunyikan oleh makhluk gaib. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi: (1) nilai akidah, berupa keyakinan pada hal gaib dalam bingkai tauhid; (2) nilai akhlak, yang tercermin melalui sikap tolong-menolong, gotong royong, dan kedisiplinan waktu; serta (3) nilai ibadah, yang diwujudkan melalui pelaksanaan doa dan syukuran. Dengan demikian, tradisi Bagandang Nyiru tidak hanya dipahami sebagai praktik bernuansa mistis, tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas budaya serta sebagai sarana pendidikan yang berlandaskan kearifan lokal.

References

Asiyah, S. N., & Khairunnisa, K. (2024). Percampuran Bahasa Banjar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V MI Sullamut Taufiq Banjarmasin. Darris: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(1), 1–19. https://doi.org/10.47732/darris.v7i1.482

Banjar, K. (2021, September 18). Bagandang Nyiru. Tradisi Banjar Mencari Anak Hilang. https://www.facebook.com/miladkesultananbanjar/photos/bagandang-nyiru-tradisi-banjar-mencari-anak-hilanganak-anak-sering-bermain-di-lu/4400081003378915/

Bulhayat, Baharun, S., Jaudi, J., & Suwandi, S. (2023). Values of Islamic Education in Local Wisdom of The Bajo Tribe. Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 53–71. https://doi.org/10.38073/jpi.v13i1.735

Cahyana, D. (2019). Nyiru. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian. https://repository.pertanian.go.id/items/0284e81c-0ee4-4f5a-9d30-fe5536451904

Hapip, A. D. (1977). Kamus Banjar-Indonesia. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Harisuddin, A. (2021). Islamic Spiritual Education in the Tradition of Bapalas Bidan In Banjar Tribe, Indonesia. Dinamika Ilmu, 21(1), 81–100. https://doi.org/10.21093/di.v21i1.3050

Jamalie, Z. (2012). Batatamba: Ritual Pengobatan Tradisional dalam Masyarakat Banjar. KABOKA 6 (Sumber dan Warisan Sejarah, Budaya dan Alam). Konferensi Antaruniversiti Se Borneo-Kalimantan, Palangka Raya.

Juliansyah, B., Nurhelmi, A., Alfadhila, S. A., & Dikarsa, A. A. (2024). Pelestarian Kebudayaan Berbasis Kearifan Lokal di Tengah Era Globalisasi: Studi Kasus Kampung Adat Cirendeu. Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 4(4), 235–241.

Karim, P. A. (2017). Fungsi Aqidah dan Sebab-Sebab Penyimpangan dalam Aqidah. Nizhamiyah: Jurnal Pendidikan Islam dan Teknologi Pendidikan, 7(1), 33–42. http://dx.doi.org/10.30821/niz.v7i1.151

Maryani, M. (2021). Esensi Ibadah dan Pengamalannya Perspektif Hukum Islam. Jurnal Literasiologi, 7(1), 1–15. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v7i1.273

Nariswari, I. A., Nur, T., & Herdiana, Y. (2022). Upaya Guru Akidah Akhlak dalam Pembinaan Akhlak Siswa di MTs Al-Fathimiyah Karawang. ISLAMIKA, 4(4), 754–763. https://doi.org/10.36088/islamika.v4i4.2125

Ni’mah, N., Fatori, A., & R.S., P. P. (2025). Islamic Educational Values in The Batimung Tradition: Implications for The Young Generation in Banjar District. Journal of Southern Sociological Studies, 1(1), 1–21. https://doi.org/10.26740/jsss.v1i1.40507

Raewal, F. I., & Anggraini, P. (2021). Ritual Masyarakat Banjar dan Dayak dalam Novel Jendela Seribu Sungai Karya Miranda dan Avesina: Kajian Antropologi. UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra, 17(1), 23. https://doi.org/10.26499/und.v17i1.1782

Rahimah, R., & Khasyi’in, N. (2023). The Value of Islamic Education in the Bagandang Nyiru Tradition of the Banjar Tribe. Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(6).

Rhafika, R. (2021). Nyiru. Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. https://budaya-indonesia.org/nyiru-1

Riwut, T. (2003). Maneser Panatau Tatu Hiang: Menyelami Kekayaan Leluhur. Pusaka Lima.

Syahbana, F. (2024). Representasi Budaya Mistis dalam Dialog Film-Film Pendek Kalimantan Selatan: Kajian Antropolinguistik (Representation of Mystical Culture in Dialogues of South Kalimantan Short Films: An Antropolinguistic Study). Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 14(1), 128–142. https://doi.org/10.20527/jbsp.v14i1.16990

Yusuf, A. (2025). Local Traditions and Islamic Religious Education: A Study of the Integration of Islamic Values in Local Culture. Al-Ilmu, 2(1), 24–38. https://doi.org/10.62872/6n76gq79

Published

2026-01-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

Noor Latifah, A., & Jamalie, Z. (2026). Tradisi Bagandang Nyiru dalam Masyarakat Banjar: Makna dan Nilai Pendidikan Islam. Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 2(1), 880-889. https://doi.org/10.63822/q5nvbc82