Implementasi Asas Legalitas dalam Pasal 34 Qonun Jinayat
DOI:
https://doi.org/10.63822/aagp8t21Keywords:
Principle of Legal Certainty, Legality, Qanun JinayatAbstract
This article examines the implementation of the principle of legal certainty or legality in the Qanun Jinayat, specifically Article 34, a regulation of Islamic criminal law in Aceh. This research is motivated by differing views regarding the application of the Qanun Jinayat, particularly regarding the principle of legality, a fundamental principle in modern criminal law. The principle of legality, which states that "there is no punishment without law," aims to protect individuals from arbitrary actions by those in power. However, in the context of the Qanun Jinayat, it is questionable whether this regulation fully accommodates these concerns. This research uses a normative legal research method with a conceptual and regulatory approach. Data were collected through literature review, legal document analysis, and interpretation of articles in the Qanun Jinayat. The results indicate that the Qanun Jinayat has attempted to adopt the principle of legality by clearly defining prohibited acts (jarimah).
References
Abdul Qodir Al-Audah, “At-Tasyri Al-Jina’i Al-Islami”, Maktabah Syamilah Versi 7 G & 14 G, Jilid 1.
Agus Raharjo, “Problematika Asas Retroaktif dalam Hukum Pidana Indonesia”, Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Ahmad Hanafi. “Asas-asas Hukum Pidana Islam”, Jakarta, Bulan Bintang,1993.
Ahyar Ari Gayo, Aspek Hukum Pelaksanaan Qanun Jinayat di Provinsi Aceh, Jurnal: Penelitian Hukum, Vol.17, No.2. (2017).
Al Yasa, Abubakar, Syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam: Paradigma, Kebijakan dan Kegiatan (Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Provinsi NAD, 2008).
Bagir Manan. Hukum Positif Indonesia (Satu Kajian Teoritik). Cetakan Pertama. Yogyakarta: FH UII Press, 2004
Cut Maya Apita Sari, “Pro dan Kontra Implementasi Qanun Syariat Islamdi Aceh”, Jurnal: JRP, Vol.6, No.1(2016).
Departemen Agama RI, Qur'an dan Terjemahannya. Bandung, 2009.
Eddy O.S. Hiariej, Prinsip-Prinsip Hukum Pidana (Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka, 2014).
Eka An Aqimuddin, "Implementasi Asas Retroaktif dalam Qanun Jinayat Provinsi Aceh," Jurnal Rechtsvinding Vol. 5 No. 2 (2016).
Hamdan Zoelva, "Mahkamah Syar'iyah Aceh dalam Sistem Kekuasaan Kehakiman Nasional," Jurnal Hukum dan Peradilan Vol. 2 No. 3 (2013).
International Commission of Jurists, Aceh's Sharia Courts: A Human Rights Analysis (Geneva: ICJ, 2016), hlm. 34-37, tersedia di https://www.icj.org/wp-content/uploads/2016/03/Indonesia-Aceh-Advocacy-Analysis-brief-2016-ENG.pdf.
Jan Remmelink, Hukum Pidana: Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia, diterjemahkan oleh Tristam Pascal Moeliono (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003).
Jimly Asshiddiqie, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015).
Juhana, S. Praja, dan Ahmad Sihabudin, “Delik Agama dalam Hukum Pidana di Indonesia”, Bandung, Angkasa, 1982.
Kamarusdiana, “Qanun Jinayat Aceh dalam Perspektif Negara Hukum Indonesia”, Jurnal: Ahkam, Vol.XVI, No.2(2016).
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pasal 284.
Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, Laporan Tahunan 2019: Akses terhadap Keadilan dalam Perkara Jinayat (Banda Aceh: LBH Banda Aceh, 2019).
Mega Purnama Zainal, “Sebab Aceh Dijuluki Serambi Mekah,” Universitas Abulyatama, 2016.
Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana (Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Nurlaelawati, "Women, Tradition, and Shari'a: An Ethnographic Study of Women's Islamic Courts in Aceh," Journal of Islamic Law and Culture Vol. 17 No. 1 (2019).
Pipin Syarifin, “Hukum Pidana Indonesia”, Bandung, CV Pustaka Setia, 2002.
R. Soesilo, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (Bogor: Politeia, 1995).
Syaiful Mubarok, “PENEGAKAN HUKUM QANUN JINAYATDI ACEH KAITANNYA DENGAN PLURALISME HUKUM”, Jurnal Hukum Lex Generalis. Vol.6. No.2, 2024.
Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014).
TopoSantoso, “Membumikan Hukum Pidana Islam”, Jakarta, Gema Insani, 2003.
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Lembaran Daerah Provinsi Aceh Tahun 2014 Nomor 7.
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, Pasal 23 ayat (1).
Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013, Pasal 7 ayat (3).
Ridwan, "Perlindungan Hak Asasi Tersangka dan Terdakwa dalam Sistem Peradilan Jinayat Aceh," Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol. 18 No. 1 (2016).
Yusril Ihza Mahendra, "Dualisme Hukum Pidana dan Implikasinya terhadap Perlindungan HAM di Aceh," Jurnal Konstitusi Vol. 13 No. 4 (2016).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fathi Yakan A, M Ilham Agustian, Deden Najmudin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



