Analisis Unsur Keagamaan dan Budaya dalam Tradisi Tepung Tawar pada Perkawinan Masyarakat Melayu di Desa Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya
DOI:
https://doi.org/10.63822/zcw8ck45Keywords:
Tepung Tawar; Masyarakat Melayu; Nilai KeagamaanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur keagamaan, unsur-unsur budaya, serta keterkaitan keduanya dalam tradisi tepung tawar pada prosesi perkawinan masyarakat Melayu di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling, sedangkan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tercermin dalam pelaksanaan doa, selawat, ungkapan syukur, dan penyampaian nasihat yang menegaskan bahwa segala keberkahan dan keselamatan berasal dari Allah Swt. Adapun unsur budaya diwujudkan melalui berbagai simbol tradisional yang mengandung makna kesucian, keteguhan, kesejahteraan, dan harapan bagi kehidupan rumah tangga. Hubungan antara unsur keagamaan dan budaya bersifat saling melengkapi, di mana ajaran Islam menjadi dasar dalam memaknai simbol-simbol budaya yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat Melayu. Dengan demikian, tradisi tepung tawar tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai Islam, penguatan identitas budaya, serta pemeliharaan solidaritas sosial masyarakat
References
Akmal, I. S., Prasista, N. F., Nabila, S. J., Sari, Y. P., & A. M. N. (2025). Agama dan relasi budaya dalam Islam: Menjelajahi peran penting budaya dalam pembentukan identitas keagamaan. Al Aufa: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman, 5(3), 1–21. https://doi.org/10.32665/alaufa.v5i2.1667
Alfania, I. J., & Amrulloh, M. B. (2026). Akulturasi budaya dan penguatan fungsi edukatif pesantren. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 5(3), 1239–1249. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v5i3.901
Ansari. (2024). Islam Nusantara: Keanekaragaman budaya dan tradisi. Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 18(2), 226–247. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v18i2.226-247
Bulgis, F. M., & Rosa, D. V. (2024). Negosiasi kultural dalam upaya Islamisasi tradisi rokat masyarakat Madura Probolinggo. Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 21(2), 66–83. https://doi.org/10.19105/nuansa.v18i1.xxxx
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fikri, I. F. (2018). Universalitas Islam dan lokalitas budaya dalam bingkai Islam Nusantara. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 8(1), 113–133. https://doi.org/10.15642/teosofi.2018.8.1.113-133
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Janah, N. (2018). Pendekatan normativitas dan historisitas serta implikasinya dalam perkembangan pemikiran Islam. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 13(2), 102–119. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v13i2.2331
Khotimah, K., & Setiawan, H. (2024). Makna tradisi tepung tawar perkawinan adat Melayu di Desa Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6(2), 135–147. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i2.273
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Maulana, A. G., & S. S. (2024). Tradisi tepuk tepung tawar dalam budaya Melayu Riau: Sebuah analisis dalam perspektif hadits. NUSANTARA: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 20(2), 101–111. https://doi.org/10.24014/nusantara.v20i2.34867
Mardiah, A., & D. S. (2025). Kearifan lokal dalam tradisi Melayu Natuna: Analisis literatur terhadap nilai-nilai sosial budaya. Jurnal Tapak Melayu, 3(1), 93–100. https://doi.org/10.56783/tm.v3i03.286
Nasiruddin, M., Hamidah, T., & Yasin, N. (2023). Hukum Islam dan budaya: Hubungan yang kontras atau kompromi? Moderasi: Journal of Islamic Studies, 3(1), 26–36. https://doi.org/10.54471/moderasi.v3i1.39
Niken. (2020). Internalisasi nilai-nilai keislaman. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 1–13.
Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran (JTPP), 2(3), 793–800. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jtpp/index
Prasojo, Z. H., Elmansyah, & M. S. bin H. M. (2019). Moderate Islam and the social construction of multi-ethnic communities in the hinterland of West Kalimantan. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 9(2), 217–239. https://doi.org/10.18326/ijims.v9i2.217-239
Qosim, A. M. (2025). Tantangan dakwah Islam di tengah keberagaman budaya Indonesia. SUJUD: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 1(3), 134–143. https://doi.org/10.63822/gka92d61
Ramadhan, D. (2019). Relevansi kearifan lokal tepung tawar dalam pembelajaran agama Islam (Studi pada masyarakat Melayu Pontianak). Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(1), 53–62. https://doi.org/10.18592/tarbiyah.v8i1.2538
Rozzaqul Hasan, Tobroni, & F. (2025). Agama dalam pandangan antropolog: Perspektif sosial budaya. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 9(1), 185–199. https://doi.org/10.52266/tadjid.v9i1.4315
Rusli, R., Sukardi, I., & Mahyudin, E. (2025). Moderasi dalam dialektika universalisme Islam dan Islam lokal. Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat, 4(3), 469–486. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i3.7130
Subiyakto, B., & Mutiani. (2019). Internalisasi nilai pendidikan melalui aktivitas masyarakat sebagai sumber belajar ilmu pengetahuan sosial. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 17(1), 137–166. https://doi.org/10.18592/khazanah.v17i1.2885
Suryandari, N. (2017). Eksistensi identitas kultural di tengah masyarakat multikultur dan desakan budaya global. Jurnal Komunikasi, 11(1), 21–28. https://doi.org/10.21107/ilkom.v11i1.2832
Syarifuddin, W. R., & Kalsum, U. (2022). Eksistensi tradisi tepung tawar sebagai warisan budaya lokal Palembang. Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 16(5), 43–53. https://doi.org/10.17977/um020v13i22019p
Taileleu, Z., & Savero, A. (2025). Akulturasi budaya dalam kehidupan masyarakat multikultural: Analisis sosiologis dan antropologis. TLUTUH SAWO: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Humaniora, 9(2), 73–84.
Taufik, M. (2016). Harmoni Islam dan budaya lokal. Ilmu Ushuluddin, 12(2), 255–271. https://doi.org/10.18592/JIU.V12I2.692
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi Purnama Sari, Wardah Asy'ari, Nabilatun Nafilah, Puja Camelia, Mutia Sya'adah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



