Makna Eksistensial dalam Lirik Lagu 33x Karya Perunggu
DOI:
https://doi.org/10.63822/jn11h998Keywords:
semiotika roland barthes, makna eksistensial, Akhlak TasawufAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna eksistensial yang terkandung dalam lirik lagu “33x” karya Perunggu melalui pendekatan semiotika Roland Barthes serta mengkaitkannya dengan perspektif Akhlak Tasawuf. Lagu “33x” dipilih karena merepresentasikan pengalaman kegelisahan, keterasingan, dan pencarian makna hidup yang relevan dengan kondisi masyarakat modern, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menitikberatkan pada analisis denotasi dan konotasi terhadap tanda-tanda linguistik dalam lirik lagu. Data penelitian berupa penggalan lirik yang mengandung representasi kegelisahan eksistensial, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan menggunakan konsep eksistensialisme Søren Kierkegaard serta konsep Akhlak Tasawuf yang meliputi nafs, muhasabah, dan tazkiyatun nafs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik “33x” merepresentasikan kondisi manusia modern yang mengalami krisis makna, alienasi, dan kegelisahan eksistensial akibat tekanan kehidupan kontemporer. Melalui sistem pemaknaan denotatif dan konotatif, lagu ini tidak hanya menggambarkan kesadaran akan keterbatasan manusia, tetapi juga menawarkan jalan refleksi melalui praktik muhasabah dan dzikrullah. Dalam perspektif Akhlak Tasawuf, subjek lirik berada pada tahap nafs lawwāmah yang ditandai oleh kesadaran diri dan kegelisahan spiritual, kemudian diarahkan menuju nafs muṭma’innah melalui proses tazkiyatun nafs. Dengan demikian, lagu “33x” tidak hanya berfungsi sebagai karya budaya populer, tetapi juga sebagai medium refleksi spiritual yang menghubungkan pengalaman eksistensial manusia dengan nilai-nilai tasawuf Islam.
References
Al-Ghazali, A. H. M. (2010). Ihya’ ulum al-din (Vol. 4). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Barthes, R. (1977). Elements of semiology. Hill and Wang.
Barthes, R. (1977). Image, music, text (S. Heath, Trans.). Fontana Press.
Chandler, D. (2017). Semiotics: The basics (3rd ed.). Routledge.
Culler, J. (1997). Literary theory: A very short introduction. Oxford University Press.
Frankl, V. E. (1963). Man’s search for meaning: An introduction to logotherapy. Beacon Press.
Frith, S. (1996). Performing rites: On the value of popular music. Harvard University Press.
Fromm, E. (1956). The art of loving. Harper & Row.
Hidayat, K. (2016). Tasawuf dan kesehatan mental. Jurnal Psikologi Islam, 3(1), 1–12.
Hidayati, S. N., Alsunah, A. A., Nurwahidah, L. S., & Julianto, C. D. (2025). Kajian semiotika lagu Timur 2025 sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka. eScience Humanity Journal, 6(1), 137–148. https://doi.org/10.37296/esci.v6i1.350
Kierkegaard, S. (1980). The concept of anxiety (R. Thomte & A. B. Anderson, Trans.). Princeton University Press. (Original work published 1844)
Kierkegaard, S. (1980). The sickness unto death (H. V. Hong & E. H. Hong, Trans.). Princeton University Press. (Original work published 1849)
MacDonald, R., Hargreaves, D. J., & Miell, D. (Eds.). (2002). Musical identities. Oxford University Press.
Maulidita, N., & Jati, R. P. (2025). From lyric to meaning: Self-healing in Tulus’ “Diri” through Barthes’ semiotics. Review of Multidisciplinary Education, Culture and Pedagogy, 4(3), 141–151. https://doi.org/10.55047/romeo.v4i3.1767
Picone, M. D. (2024). Lyrical code-switching, multimodal intertextuality, and identity in popular music. Languages, 9(11), 349. https://doi.org/10.3390/languages9110349
Sartre, J.-P. (2007). Existentialism is a humanism (C. Macomber, Trans.). Yale University Press. (Original work published 1946)
Storey, J. (2018). Cultural theory and popular culture: An introduction (8th ed.). Routledge.
Wahyudi, A. (2020). Analisis semiotik lirik lagu. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 67–78.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Awaliyah Silvia Rahma, Muhammad Sendi Hendrawan, Syifa Salwa Hanifa, Zamzam Ismanudin, Dadan Firdaus (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



