Konsep Keesaan Tuhan pada Lirik Lagu “Satu” Dewa 19

Authors

  • Salma Deria Putri UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Ochy Caramoy UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Ghiffia Diandra Syahniza Haryanto UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Muhammad Naufal UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Dr. H. Dadan Firdaus, M.Ag. UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/thtc1e46

Keywords:

Keesaan Tuhan, Hermeneutika Ricoeur, Hermeneutika Sufistik, Akhlak Tasawuf

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep keesaan Tuhan dalam lirik lagu “Satu” karya Dewa 19 melalui perspektif Akhlak Tasawuf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika sufistik. Hermeneutika Paul Ricoeur digunakan sebagai kerangka analisis melalui tahapan explanation, interpretation, dan appropriation, sedangkan konsep tauhid haqiqi, fana, dzikir, dan mahabbah digunakan sebagai horizon interpretasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keesaan Tuhan dalam lirik direpresentasikan melalui pengalaman spiritual yang disampaikan secara simbolik. Verse 1 merepresentasikan tauhid haqiqi dan fana melalui identifikasi diri dengan entitas “-Mu”. Chorus menunjukkan dzikir dan mahabbah melalui pengulangan penyebutan nama dan pemusatan orientasi batin. Sementara itu, Verse 2 menunjukkan relasi tindakan manusia dengan sumber keberadaan. Tahap appropriation menunjukkan bahwa keesaan Tuhan dimaknai sebagai kesadaran spiritual yang membentuk cara manusia memahami diri dan menjalani kehidupan.

References

Abshor, M. U. (2020). Dzikir dalam Tafsir Sufi Ibnu ‘Ajibah.https://doi.org/10.18592/jiiu.v19i1.3587

Anggraini, S., et al. (2024). Konsep Mahabbah kepada Allah. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v5i1.1130

Arsyul, A. A. (2024). Mahabbah dalam Tasawuf. https://doi.org/10.58572/hkm.v4i2.92

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Frith, S. (1996). Performing Rites: On the Value of Popular Music. https://doi.org/10.4324/9780203978094

Hanifiyah, F. (2019). Konsep Tasawuf Sunni. https://doi.org/10.33650/at-turas.v6i2.721

Muzakkir. (2012). Mahabbah dalam Perspektif Sufi. https://doi.org/10.21580/teo.2012.23.1.1763

Nata, A. (2011). Akhlak tasawuf. Rajawali Press.

Palmer, R. E. (1969). Hermeneutics: Interpretation theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Northwestern University Press.

Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the human sciences. Cambridge University Press.

Ricoeur, P. (2009). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. Qualitative Inquiry, 15(5), 806–816. https://doi.org/10.1177/160940690900800401

Syamsuddin, S. (2017). Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an. https://doi.org/10.14421/hermeneutik.v11i1.1223

Published

2026-06-25

How to Cite

Putri, S. D., Caramoy, O. ., Syahniza Haryanto, G. D. ., Naufal, M. ., & Firdaus, D. . (2026). Konsep Keesaan Tuhan pada Lirik Lagu “Satu” Dewa 19. Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 2(3), 1620-1632. https://doi.org/10.63822/thtc1e46