Konsep Keesaan Tuhan pada Lirik Lagu “Satu” Dewa 19
DOI:
https://doi.org/10.63822/thtc1e46Keywords:
Keesaan Tuhan, Hermeneutika Ricoeur, Hermeneutika Sufistik, Akhlak TasawufAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep keesaan Tuhan dalam lirik lagu “Satu” karya Dewa 19 melalui perspektif Akhlak Tasawuf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika sufistik. Hermeneutika Paul Ricoeur digunakan sebagai kerangka analisis melalui tahapan explanation, interpretation, dan appropriation, sedangkan konsep tauhid haqiqi, fana, dzikir, dan mahabbah digunakan sebagai horizon interpretasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keesaan Tuhan dalam lirik direpresentasikan melalui pengalaman spiritual yang disampaikan secara simbolik. Verse 1 merepresentasikan tauhid haqiqi dan fana melalui identifikasi diri dengan entitas “-Mu”. Chorus menunjukkan dzikir dan mahabbah melalui pengulangan penyebutan nama dan pemusatan orientasi batin. Sementara itu, Verse 2 menunjukkan relasi tindakan manusia dengan sumber keberadaan. Tahap appropriation menunjukkan bahwa keesaan Tuhan dimaknai sebagai kesadaran spiritual yang membentuk cara manusia memahami diri dan menjalani kehidupan.
References
Abshor, M. U. (2020). Dzikir dalam Tafsir Sufi Ibnu ‘Ajibah.https://doi.org/10.18592/jiiu.v19i1.3587
Anggraini, S., et al. (2024). Konsep Mahabbah kepada Allah. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v5i1.1130
Arsyul, A. A. (2024). Mahabbah dalam Tasawuf. https://doi.org/10.58572/hkm.v4i2.92
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Frith, S. (1996). Performing Rites: On the Value of Popular Music. https://doi.org/10.4324/9780203978094
Hanifiyah, F. (2019). Konsep Tasawuf Sunni. https://doi.org/10.33650/at-turas.v6i2.721
Muzakkir. (2012). Mahabbah dalam Perspektif Sufi. https://doi.org/10.21580/teo.2012.23.1.1763
Nata, A. (2011). Akhlak tasawuf. Rajawali Press.
Palmer, R. E. (1969). Hermeneutics: Interpretation theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Northwestern University Press.
Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the human sciences. Cambridge University Press.
Ricoeur, P. (2009). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. Qualitative Inquiry, 15(5), 806–816. https://doi.org/10.1177/160940690900800401
Syamsuddin, S. (2017). Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an. https://doi.org/10.14421/hermeneutik.v11i1.1223
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salma Deria Putri, Ochy Caramoy, Ghiffia Diandra Syahniza Haryanto, Muhammad Naufal, Dr. H. Dadan Firdaus, M.Ag. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



