Legenda Bawi Kuwu Tumbang Rakumpit: Warisan Budaya dan Nilai Moral Masyarakat Dayak Ngaju
DOI:
https://doi.org/10.63822/q0p9xe50Keywords:
Legenda, Bawi Kuwu, Tumbang Rakumpit, Dayak Ngaju, nilai budayaAbstract
Legenda Bawi Kuwu merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari wilayah Tumbang Rakumpit, Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan masyarakat Dayak Ngaju dan dipercaya terjadi sekitar abad ke-18. Keberadaan sandung (tempat penyimpanan tulang-belulang) Bawi Kuwu yang masih terawat hingga saat ini menjadi bukti fisik bahwa legenda tersebut benar-benar hidup dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul legenda Bawi Kuwu, mendeskripsikan kisah yang berkembang di masyarakat, serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber tertulis yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Bawi Kuwu menceritakan tentang seorang gadis pingitan yang diterkam buaya karena ketidaktaatan kepada orang tua, yang berakhir dengan tragedi kematian dan pembuatan sandung sebagai bentuk penghormatan. Legenda ini mengandung enam nilai budaya utama, yaitu ketaatan kepada orang tua, kehati-hatian, penghormatan terhadap tradisi, ketidakgegabahan dalam bertindak, nilai religius atau spiritual, serta pentingnya mengingat dan mematuhi pesan. Dengan demikian, legenda Bawi Kuwu tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat, tetapi juga sebagai media pendidikan moral dan pengesahan pranata budaya bagi masyarakat Dayak Ngaju.
References
Agustine, S. (2022). Pengajaran Teks Naratif Menggunakan Cerita Rakyat Lokal: Analisis Pendidikan Karakter, Nilai Moral, dan Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Bawi Kuwu. Jurnal Ilmiah Widya Borneo, 4(2), 97–107. https://doi.org/10.56266/widyaborneo.v4i2.58
Danandjaja, J. (1984). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Grafiti Pers.
Endraswara, S. (2009). Metodologi penelitian folklor. Media Pressindo.
Kompasiana. (2021). Bawi Kuwu Tumbang Rakumpit, Cerita Rakyat Kalimantan Tengah.
Megawati, P., Andriani, N., & Yulia, W. A. (2020). Fabel dan legenda. Guepedia.
Nurhadi. (2023). Perancangan Buku Cerita Rakyat Bawi Kuwu dengan Pendekatan Concept Art. PPS ISI Yogyakarta.
Prokal. (2021). Jeritan dari Rakumpit, Kecamatan Terjauh di Palangka Raya, Sandung Bawi Kuwu Tak Seindah Dulu.
Rismayani. (2018). Nilai Budaya pada Cerita Rakyat Bawi Kuwu Kalimantan Tengah: Kajian Folklor. Universitas Mulawarman.
Sontani, U. T. (n.d.). TRANSFORMASI IDEOLOGI LEGENDA GUNUNG TANGKUBAN PARAHU KE DALAM DRAMA SANGKURIANG~ DAYANG SUMBI DAN SANG KURIANG KARYA UTUY TATANG SONTANI.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Masyarakat Desa Mungku Baru. Wawancara oleh penulis. Desa Mungku Baru, 6 Juni 2026.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nova Eka Wanda Sari , Elvia Natalia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



