Relasi Agama dan Negara dalam Perspektif Hukum Tata Negara Islam di Era Negara Modern
DOI:
https://doi.org/10.63822/p6pcwb40Keywords:
relations between religion and state; Islamic constitutional law; siyasah syar'iyyah; modern state; pluralism.Abstract
This study examines the relationship between religion and the state from the perspective of Islamic Constitutional Law in the modern state era. It employs a normative legal research method using conceptual and statutory approaches, supported by secondary data obtained through library research. The findings reveal that the relationship between religion and the state in Islamic Constitutional Law is constructed upon three main paradigms: integralistic, symbiotic, and secularistic. Operationally, this relationship is implemented through the concept of siyasah shar’iyyah, which integrates Islamic values into the functions of legitimacy, supervision, legislation, and judiciary, all oriented toward public welfare (maslahah). In the context of the modern state, the application of Islamic Constitutional Law is substantive and contextual, emphasizing the internalization of values such as justice, public interest, and respect for human rights into the national legal system without requiring the formal establishment of a religious state. Therefore, the relationship between religion and the state can be realized in a harmonious, inclusive, and adaptive manner in line with the principles of democracy and pluralism.
References
ABdul, Dr. Chalik, ISLAM, NEGARA DAN MASA DEPAN IDEOLOGI POLITIK, 2022
Abdullah, Asnawi, dan Safriadi, “Otoritas Wilayatul Hisbah dalam Pemerintahan,” Syarah: Jurnal Hukum Islam & Ekonomi, 11 (2022), 55–70 <https://doi.org/10.47766/syarah.v11i1.477>
Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, Ashfiya Nur Atqiya, Ammar Farid, Jazz Kyanu Azzahra, dan Siti Hanifah Jauharoh Wahidah, “Tinjauan Kritis Kewarganegaraan dalam Perspektif Hukum Tata Negara dan Hukum Islam,” Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 1 (2024), 173–84 <https://doi.org/10.62383/amandemen.v1i4.625>
Arsyad, Mufid, “Implementasi Hukum Islam Dalam sistem Peradilan di Indonesia: Studi Kasus Pada Peradilan Agama,” Jurnal Tana Mana, 2 (2021), 264–70
Dahlan, Bawa Lama, Rahmadani Fitri, dan Amalia Ridha, “ISLAM DAN NEGARA,” 12 (2026)
Fuadi, Fajriatul, “Pengawasan Kekuasaan Eksekutif oleh Lembaga Legislatif dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Prinsip Hisbah dalam Islam,” 15 (2025)
Gunawan, Edi, “Relasi Agama Dan Negara: Perspektif Pemikiran Islam,” KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 10 (2023), 1–21
Heri, Firmansyah, dan Qomaria Nur Fatimah, “Hubungan Agama dan Negara dalam Perspektif Dr. Yusuf Al-Qaradhawi,” Journal Of Islamic Studies, 21 (2024), 127–39 <https://doi.org/10.30603/jf.v21i1.4530>
Hidayat Syaiful, “Tata Negara Dalam Perspektif Fiqh Siyasah,” Jurnal Tafaqquh, 1 (2013), 1–21
Imam, Alfiannoor, “Konsep Hubungan Agama dan Negara Menurut Ahmad Hasyim Muzadi,” 17 (2023), 2490–2502
Iqbal, Tijue Lamkaruna, dan FatimahZahara, “Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah Terhadap Korban Kecelakaan Bus Trans Metro Deli Perspektif Maslahah Mursalah,” Jurnal Edunomika, 09 (2025), 1–20
Kamal, Ragil Muhammad, dan Nor Hatimah, “Pembaruan Hukum Tata Negara Islam di Era Modern: Studi Kasus Penerapan dalam Negara-Negara Muslim,” Jurnal Hukum Islam dan Kebijakan, 1 (2024), 24–31
Kayyirah, Nadirah aprilia, Dian amelia Sari, Nurul Al-Fatihah Rahman, dan Kurniati, “Konsep Hak Asasi Manusia dalam Pemikiran Hukum Islam Modern,” : : Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 3 (2026), 23–32
Mannan, Abd, “Islam Dan Negara,” Islamuna: Jurnal Studi Islam, 1 (2024) <https://doi.org/10.19105/islamuna.v1i2.566>
Moh, Kamal Alvin, Yusriansyah, Multazam Fadly Muh, dan Kurniati, “Islam , Negara , dan Hak Konstitusional : Analisis terhadap Kebebasan Beragama dalam Perspektif Hukum Islam dan UUD 1945 terealisasi , yaitu agama , jiwa , keturunan , akal dan harta . Dalam konteks Islam , gagasan beragama oleh negara tersebut menjadi la,” 4 (2026)
Munawwir, “Rekonstruksi hubungan agama dan negara dalam perspektif hukum tata negara islam,” 3 (2023), 9–15
Nasoha, Ahmad Muhamad Mustain, Ashfiya Nur Atqiya, Fadli Muhsin Setiawan, Lailatun Hasna, dan Nanda Nurmayanti, “Kewarganegaraan dan Perlindungan Hukum Terhadap Minoritas (Studi Perbandingan antara hulum nasional dan hukum Islam),” Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2 (2024), 12–27
Oktora, Nency Dela, Kusifa Anjani, Nety Hermawati, Universitas Islam, dan Neger Jurai, “Implementasi Syura dalam Sistem Demokrasi Indonesia,” Jurnal Hukum Tata Negara, 05 (2025), 254–65 <https://doi.org/10.32332/siyasah.v4i1>
Rini Nur Amaliah, Nirmalasari Nirmalasari, dan Kurniati Kurniati, “Reformasi Hukum Tata Negara Islam melalui Pendekatan Maqasid Al-Shariah Perspektif Jasser Auda,” Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial, 4 (2025), 71–81 <https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i4.5758>
Rizky, Ghina Aulia, Muhammad Afriza Rifandy, Muhammad Ferdy Hasan, dan Lisnawati Lisnawati, “Kaidah-Kaidah Khusus Siyasah Qadhaiyyah [Special Rules of Siyasah Qadhaiyyah],” Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 2 (2025), 20–31
Srimulyani, Ema, Siti Nurhanisyah, dan Muhammad Mufti Najmul Umam Assondani, “Islam and Democracy: A Comparative Study Between the Islamic System of Governance and Modern Democracy,” JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora, 1 (2025), 1–11 <https://doi.org/10.59966/jsph.v1i1.1511>
Yuya, Amin Andika, Istiqama, Abbad, dan Bawa Lama Dahlan, “Islam dan Negara,” 11 (2026), 82–91
Zahid, Moh., “Konsep Syura Dalam Pandangan Fiqh Siyasah,” AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 4 (2013), 17–30
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahruni Sahruni, Dhiyaul Akbar, Kurniati Kurniati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



